Ini kan Indonesia!

Banyak hal yang menarik yang bisa kita petik dari film berjudul Where To Invade Next garapan Michael Moore, sebuah film dokumenter dari sudut pandang seorang Amerika mengenai hal-hal yang bagus buat mereka. Ingat, film ini berdasar sudut pandang seorang Amerika, jadi bisa jadi hal-hal yang baik bagi mereka belum tentu baik untuk kita, tapi bolehlah kita bandingkan dengan negara kita, Indonesia.

Seperti halnya di Italia, mereka punya 30-35 hari libur dalam setahun diluar hari Minggu, sedangkan Hari libur Nasional mereka punya kurang lebih 12 hari, ada juga hari libur Saint Patron yang dirayakan berbeda di tiap-tiap kota. Belum lagi ada ‘bonus’ yang diterima oleh pegawai wanita jika mereka adalah pengantin baru, mereka berhak mendapat 15 hari libur untuk berbulan madu PLUSΒ total 5 bulan cuti pra dan pasca melahirkan. Sedangkan untuk bulan Agustus, mereka mendapat 31 hari libur musim panas.

Continue reading

Asal Usul Terbentuknya IPK

Bukan sebuah rahasia lagi bagaimana IPK bisa terbentuk dan tercetak di raport semester kita.
Perhitungannya mudah, jumlah SKS dikalikan dengan nilai abjad yang kita dapat lalu dibagi total jumlah SKS.
Semisal kita mengambil mata 3 mata kuliah dengan SKS masing-masing 4, 4, 3, dan 2 kemudian kita mendapat masing-masing nilai abjad A, D, B, dan C+. Maka nilai abjad tersebut A adalah 4 sedangkan D adalah 1, serta nilai 0,5 untuk setiap tanda +.
jadi perhitungannya demikian:

Contoh ‘audit’ IP


mudah bukan? jadi tak perlu menunggu raport semester keluar untuk bisa tahu IP.
Namun ada kalanya mahasiswa sudah tahu akan hal berikut . . .

kamu kok selingkuh

Continue reading

Nonsense: Pura-pura lalu lupa

Pernahkah kita saat kecil, malas masuk sekolah lalu kita pura-pura sakit?
atau sore-sore, capek pulang sekolah lalu kita malas masuk ngaji, kemudian-pura-pura tertidur?
atau saat kita berjanji ini dan itu, lalu kita lupa.

Berpura-pura memang bisa menjadi sebab kelupaan.
pura-pura sakit, eh lupa malah main keluar.
pura-pura tertidur, eh lupa malah grasak-grusuk ganti posisi berbaring.

lalu muncul sebuah pertanyaan, bagaimana jika orang yang berpura-pura lupa? apakah ia tulus?
jawabannya, tidak juga.
dia sebenarnya (bisa jadi) dihantui oleh kepura-puraannya, sekarang terserah dia, mau melanjutkan kepura-puraannya dalam berlupa-lupaan atau merubah kepura-puraannya menjadi realitas yang mesti dijalani?

JNE, Yakin Esok Sampai (?)

Memang jasa pengiriman barang tidak sempurna, selalu ada luputnya, lain lagi dengan doa yang dipanjatkan apalagi di waktu yang mustajab.

Yakin Esok Sampai. sebuah produk jasa tingkat premium yang ditawarkan JNE dengan menjamin barang sampai esok hari.
Atau mungkin maksudnya “Yakin Esok Sampai?” atau “Yakin Esok (lusa) Sampai”. Entah.
Continue reading

Keterlambatan

Ini bukan persoalan para pembalap yang terlambat mengerem hingga ia terjatuh atau menabrak.
juga bukan persoalan sebagian mahasiswa yang terlambat lulus.
apalagi para remaja yang dianggap terlambat menikah oleh masyarakat.
ini kisah beberapa kalimat dari seorang pemuda yang terlambat menjadi baik.

Sebut saja Duri, karena mawar sudah terlalu mainstream.
Ini memang persoalan jodoh.
Sebenarnya, Duri adalah pemuda yang hanya terlambat mengambil petunjuk kebaikan.
Dia percaya bahwa jodohnya adalah orang baik dan dia ‘terperangkap’ dalam dua pilihan yang baik.
Istikhoroh adalah jalan satu-satunya.

Sekian tahun ia tidak memantapkan hati.
Hari ini, tiba pada satu pilihan yang dianggapnya baik.
Dia datang kerumah si wanita.
Dengan ayahnya.
Dengan Ibunya.
Beserta segenap familinya. Continue reading