Halal dan Haram Hipnosis (bagian 1)

Sebelum kita membahas halal dan haram, sebaiknya kita mengetahui bagaimana cara kerja hipnosis itu sendiri dan peruntukannya. Karena masalah halal dan haram sangat sensitif sekali, kita tak boleh mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Banyak sekali cabang di Hipnosis dan banyak juga peruntukannya, dari yang boleh hingga tidak boleh (bukan haram atau halal).

menurut wikipedia, Hipnosis adalah suatu kondisi mental (menurut state theory) atau diberlakukannya peran imajinatif (menurut non-state theory) Orang yang melakukan proses hipnosis (memberikan sugesti) terhadap subjek disebut hipnotis (hypnotist). Hipnosis biasanya disebabkan oleh prosedur yang dikenal sebagai induksi hipnosis, yang umumnya terdiri dari rangkaian panjang instruksi awal dan sugesti. Sugesti hipnosis dapat disampaikan oleh seorang hipnotis di hadapan subjek, atau mungkin dilakukan sendiri oleh subjek (Self Hipnosis). Penggunaan hipnosis untuk terapi disebut hipnoterapi, sedangkan penggunaannya sebagai bentuk hiburan bagi penonton dikenal sebagai Stage Hipnosis.

Definisi hipnosis oleh Divisi-30 APA , hipnotis pada umumnya terkait dengan pengenalan sebuah prosedur selama subyek tersebut disugesti untuk mengalami suatu pengalaman imajinatif. Induksi Hipnotis merupakan sugesti inisial yang luas menggunakan imajinasi seseorang dan mungkin mengandung perincian lebih lanjut pada introduksinya. Sebuah prosedur  Hipnotis biasanya digunakan untuk memberikan dukungan dan mengevaluasi respon sugesti. Ketika menggunakan hipnotis, seseorang (subyek) dipimpin oleh orang lain (hypnotist) untuk memberikan respon terhadap sugesti untuk berubah pada pengalaman subyektifnya, perubahan persepsi, sensasi, emosi, pikiran atau tingkah laku. Orang tersebut dapat juga mempelajari Hipnotis diri sendiri (self hypnosis) yang merupakan tindakan untuk mengatur prosedur hipnotis atas kemauan orang tersebut. Jika subyek berespon terhadap sugesti hipnotis, umumnya menandakan bahwa Hipnotis telah berhasil dilakukan. Banyak pihak meyakini bahwa respon Hipnotis dan pengalaman merupakan karakteristik keadaan hipnotis. Di lain pihak, diyakini bahwa penggunaan kata ‘Hipnotis’ tidak diperlukan sebagai bagian dari induksi hipnotik, sedangkan pihak lain meyakini bahwa hal tersebut penting.

Detail prosedur hipnotik dan sugesti akan berbeda, tergantung dari tujuan praktisi dan kegunaan klinis atau penelitian. Prosedur tradisional melibatkan sugesti untuk santai, walau relaksasi tidak perlu dilakukan untuk Hipnotis dan variasi sugesti yang luas dapat digunakan, termasuk sugesti yang membuat seseorang lebih waspada. Sugesti yang menimbulkan perpanjangan waktu hipnotis harus dinilai dengan membandingkan respon terhadap skala terstandardisasi yang digunakan pada keadaan klinis dan penelitian. Ketika mayoritas individual berespon terhadap sekurang-kurangnya beberapa sugest, kisaran nilai dari standardidasi dari nilai yg tinggi hingga rata-rata. Secara tradisional, nilai dikelompokkan menjadi kategori rendah, sedang, dan tinggi. Sebagaimana pada kasus dengan pengukuran skala positif pada konstruksi psikologis, seperti perhatian, kewaspadaan, dan bukti tercapainya keadaan Hipnotis akan meningkatkan nilai individual.

Definisi Hipnosis menurut KBBI adalah keadaan seperti tidur karena sugesti, yang pada taraf permulaan orang itu berada di bawah pengaruh orang yang memberikan sugestinya, tetapi pada taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali. Hipnotis adalah membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis.

“Sebenarnya, kita tak boleh terlalu cepat bilang ini haram itu bid’ah begini syirik. Karena hal itu bisa mengeluarkan kata yang cukup krusial yaitu kafir. kata yang cukup keras menurut saya, jadi darimanapun datangnya Ilmu, baik dari orang muslim sendiri maupun non-muslim kita tak boleh langsung memvonis ini haram itu halal. Tapi marilah kita pelajari.” setelah anda memahami pernyataan saya ini, silahkan diteruskan membacanya

Definisi menurut kamus katolik modern (meskipun saya bukan penganut katolik, tapi saya seorang yang menghargai sebuah ilmu pengetahuan) Hipnotisme adalah Suatu fenomena yang menyebabkan tidur secara buatan, yang mengakibatkan sang korban secara tidak normal dapat terbuka untuk mengikuti saran/sugesti. Subyek hipnosis cenderung untuk didominasi oleh ide-ide dan saran-saran dari yang meng-hipnotis, ketika di induksi dengan sugesti atau sesudahnya. Menurut prinsip- prinsip Katolik, hipnotisme sendiri tidak salah, sehingga penggunaannya di dalam kondisi-kondisi tertentu diijinkan. Namun karena hipnotism mencabut sang subyek/ pasien dari penggunaan akal budi dan keinginan bebasnya secara penuh, [maka] diperlukan sebuah sebab yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memperbolehkan hipnotis ini dipraktikkan. Lagipula, sebab hipnotism meletakkan keinginan subyek/ pasien di dalam kuasa dari yang menghipnotis, maka diperlukan tindakan-tindakan pencegahan untuk menjaga kebajikan subyek/ pasien, dan untuk melindunginya dan orang lain terhadap bahaya menjadi bersalah karena tindakan-tindakan yang dapat melukai. Untuk alasan-alasan yang genting, seperti untuk menyembuhkan seorang pemabuk atau seseorang dengan kelainan yang kompleks ingin bunuh diri, adalah sah untuk menerapkan hipnotism, asalkan dengan tindakan pencegahan bahwa hal itu diadakan dengan kehadiran seorang saksi yang dapat dipercaya, dengan seorang ahli hipnotis yang sungguh-sungguh kompeten dan jujur/ tulus. Ijin dari subyek/ pasien juga harus ada. Beberapa dokumen dari the Holy See menentukan norma-norma yang harus diikuti di dalam penggunaan hipnotism. (The Holy Office, August 4, 1956; July 26, 1899).

setelah kita baca definisi dari berbagai sumber, sebenarnya hipnosis bukanlah sesuatu yang bisa menghilangkan kesadaran, dalam ilmu praktis ada tiga hal yang menyebabkan kehilangan kesadaran, yaitu mabuk, gila, dan mati. Bahkan tak sedikit orang yang tidur masih tetap sadar apa yang dipikirkan (hanya perlu dilatih) dan apa yang dilakukan, jadi tidur tidak bisa disamakan dengan kehilangan kesadaran.

insyaAllah tulisan saya lanjutkan di bagian 2

3 thoughts on “Halal dan Haram Hipnosis (bagian 1)

  1. ehm bacaan berat😕 “hipnosis bukanlah sesuatu yang bisa menghilangkan kesadaran” dan “Hipnotisme adalah Suatu fenomena yang menyebabkan tidur secara buatan, yang mengakibatkan sang korban secara tidak normal dapat terbuka untuk mengikuti saran/sugesti” sedikt bermain kata.
    kl hipnotis tidak membuat kehilangan kesadaran lalu pada saat sang penghipnotis memberikan saran yang menyebabkan sang korban melakukan yg diperintahkan apakah sang korban dalam keadaan sadar?

    mabuk memang termasuk kehilangan kesadaran tapi kehilangan kesadaran antara mabuk dan hipnotis kok menurut saya berbeda ya😕

    • sadar sepenuhnya mbak..memang untuk masalah hipnotis kita ndak bisa percaya kata orang “pengalamanku dihipnosis adalah…”
      kalo mau tau secara riil dan akurat memang harus mencoba sendiri mbak..bahkan sehari2 kita melakukan self-hipnosis..dan dasar hipnosis adalah self hipnosis

      orang yang dihipnosis tidak kehilangan kesadaran..logika nya masih bisa jalan..bahkan di tengah proses ada kok klien yang menghentikan proses hipnosis saya..intinya klo orang gak mau dihipnosis ya emang g bisa di hipnosis

      lah kalo orang mabuk, itu mereka logika nya lumpuh..pikirannya dipermainkan imajinasi, kalo hipnosis kan pikiran kita memainkan imajinasi..

      jadi ada perbedaan jelas antara mabuk dan kondisi terhipnosis..bagichu..:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s