Kalau tidak bisa, maka lakukan atas nama “Kemanusiaan”

Bismillah..
Beberapa hari ini lagi booming penjajahan zionis israel ke negara palestina.
Pertama, ini bukanlah perang, melainkan penjajahan. Apa bedanya? Dalam perang, kekuatan kedua belah pihak relatif sama, infantri melawan infantri, kavaleri melawan kavaleri, dengan kata lain keduanya memiliki kekuatan dan persenjataan yang relatif sama. Bisa kita bayangkan antara penjajahan di Indonesia oleh sekutu dimana anak kecil pun bisa mati sebelum tahu ibunya sendiri.

Kedua, sebenarnya Israel tidak memiliki wilayah negara, mereka hanya diberi “kasihan” oleh inggris dan membagi 55% wilayah Palestina untuk bangsa Yahudi. Bayangkan 55% negara kita tiba-tiba diberikan untuk bangsa lain. Bayangkan saja apa reaksi kita. Bayangkan pula reaksi kita jika anda saat terjadi pembagian wilayah di Indonesia justru pada wilayah yang sedang kita huni yang dilepas dari Negara Indonesia.

Ketiga, Mengapa kita perlu membantu Palestina? Karena Palestina juga mengakui Kedaulatan Indonesia meskipun dikala itu Palestina memiliki masalah dalam negri. Bagi masyarakat Indonesia yang memiliki Nasionalisme (kebangsaan) tinggi, mereka bukan hanya memikirkan kebangsaan untuk dirinya sendiri. Coba kita buka lagi UUD’45 “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak SEGALA BANGSA dan oleh sebab itu, maka PENJAJAHAN DIATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Para pendahulu kita merumuskan UUD’45 dengan sangat hati-hati. Egois sekali jika UUD’45 berbunyi demikian “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak BANGSA INDONESIA dan oleh sebab itu, maka PENJAJAHAN DIATAS BUMI INDONESIA HARUS DIHAPUSKAN karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

Keempat, Berdasarkan UUD’45, yahudi juga bangsa, dan mereka layak untuk merdeka kan? yap, yahudi juga bangsa, mereka juga berhak merdeka, tapi tidak dengan menjajah negara lain, kalau kita kembali ke jaman dulu, Jepang dan Belanda juga merupakan sebuah bangsa, mereka juga layak merdeka tapi sekali lagi tidak dengan menjajah bangsa lain terlebih untuk menghapuskan satu bangsa. toh juga masih banyak di dunia ini tempat yang kosong. Di kutub atau didalam laut, jika tak mau bisa saja mereka ke bulan. Terserah.

Kelima, Negri kita kan lagi banyak masalah, korupsi dimana-mana, orang miskin terlantar, kenapa kita harus bantu Palestina? sekali lagi iya, negri kita juga punya banyak masalah, tapi mari kita lihat, Palestina hancur dari luar, sedangkan kita hancur dari dalam. Jika Palestina hancur dari luar maka berarti mereka juga bisa diselamatkan dari luar juga. Dalam Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara” disini negaralah yang memiliki kewajiban memelihara (mengentaskan) rakyat miskin dan anak terlantar, kita tidak memiliki kewajiban untuk itu tapi dimana rasa kemanusiaan kita, akal dan perasaan kita yang tidak diberikan pada hewan? apa kita mau disejajarkan dengan hewan yang hidup untuk makan?

Keenam, kita tak perlu menjadi sempurna dulu untuk bisa membantu orang lain, buktinya sudah banyak, berapa diantara kita yang membantu atau sekedar menasehati orang lain sementara diri ini bahkan tidak melakukan? masalah dalam negri Indonesia tidak sama dengan masalah Palestina saat ini, kita hancur oleh oknum sendiri, sedangkan mereka masih “terjajah”, masa-masa terjajah kita sudah usai, mari kita bantu mereka yang masih terjajah, bisa jadi penjajahan zionis berakhir karena bantuan kita (yang Allah berikan tentunya). Bisa jadi Palestina membantu menyelesaikan masalah dalam negri kita yang “dijajah orang sendiri” yang tentunya belum bisa mereka lakukan sekarang.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).

Jika tak bisa membantu mereka karena alasan lain, bantulah mereka atas dasar kemanusiaan karena kita manusia yang punya akal dan perasaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s