Sekolah Pemikiran Islam Minggu ke III – Konsep Tuhan Dalam Islam

Alhamdulillah, dapat ilmu baru harus segera di review.
ikatlah ilmu dengan menulisnya
minggu ini bersama pemateri ust. Muhim Kamaluddin pembahasannya tentang Konsep Tuhan Dalam Islam

    – Budaya Islam adalah budaya Ilmu dan moral yang didasari dengan kekokohan Tauhid
    – Konsep Islam bersifat Otentik dari wahyu Allah kepada nabi Muhammad dan bersifat Final, konsep selesai
    – Penyebutan Allah (للَّهِ) diajari dalam Islam, Allah sendiri yang mengajarinya, jadi tidak ada perbedaan penyebutan Allah
    – Nama Islam juga Allah yang memberi, jadi tidak ada perpecahan dalam penyebutan agama. Seperti menyebut judaism, Buddhism, Hinduism, dan sebagainya, adapun kaum orientalis ingin menyebut sebagai Mohammedism namun ummat muslim menolak.
    – Tata cara ibadah dalam Islam juga diajari, jadi tidak ada beda antara sholatnya muslim Indonesia dengan sholatnya muslim arab
    – Wahyu yang turun kepada nabi Muhammad juga asalnya dari Allah, bagaimana bisa nabi Muhammad yang buta aksara bisa menulis atau membaca melainkan memang benar wahyu itu turunnya dari Allah.
    – Nama nabi dan Rosul serta nama malaikat yang wajib di imani juga tertuang dalam alqur’an, jadi tidak ada konsep tuhan setelah Tuhan, anak tuhan, dewa dewi dan mitos-mitos serupa

– Dalam perkembangannya, Islam mengajarkan Konsep Tuhan (Tauhid) -> Konsep Nabi -> Konsep kehidupan Dunia -> Konsep manusia -> Konsep Moralitas -> dan Konsep Ilmu

– Dalam agama Yahudi, tiap kali menemukan kata YHWH maka akan digantikan dengan kata Adonay. lihat PL Keluaran 20:7. Perlunya ditelusuri nama Allah dan Jahweh dalam pasal tersebut karena adanya larangan menyebut nama tuhan secara sembarangan. Adapun orang yang bingung jika ditanya siapakah Tuhanmu maka mereka menjawab “Apalah arti sebuah nama”. Padahal nama itu penting, kalau tidak kenapa orang-orang memberi nama yang baik-baik?

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

– Dalam kitab Sheperd of Hermes abad I disebutkan bahwa Tuhan adalah Esa.
Dalam Apostle Creed abad ke II menyebutkan Yesus tapi bukan yang berhak disembah. “And in Jesus Christ, his only begotten Son, our Lord” – “Dan Jesus Kristus, dia hanyalah anak (Tuhan), Tuan kita”.
Pada abad IV keluar pernyataan Trinitas “Thus the Father is God, The Son is God, and The Holy Spirit is God, yet there are not three gods but only one God”.

– Konsep tuhan dalam Pluralis, nama tidak penting, yang penting substansinya bahwa Tuhan itu satu dan manusia yang mepersepsikannya sesuai budaya.
Lihat Tiga Agama Satu Tuhan, Nurcholis Majid, 1999, Bandung: Mizan.
Lihat Islam, Doktrin dan Peradaban, Jakarta: Paramadina 1995, Nurcholis Majid.

– Dalam perjalanannya, kaum pluralis menjadikan surat AlBaqoroh:62 menjadi andalan bahwa semua agama sama dan semua agama menuju satu Tuhan.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

perlu kita lihat asbabunnuzul ayat tersebut.
Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dan Al-Adni dalam musnadnya dari Ibnu Abi Najih yang bersumber dari Mujahid : bahwa Salman bertanya kepada Nabi Saw tentang penganut agama yang pernah ia anut bersama mereka. Ia terangkan cara shalatnya dan ibadahnya. Maka turunlah ayat ini (ayat 62 surat Al-Baqarah) sebagai penegasan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan berbuat saleh akan mendapat pahala dari Allah SWT.

Diriwayatkan oleh Al-Wahidi dari Abdullah bin Katsir yang bersumber dari Mujahid : bahwa ketika Salman menceritakan kepada Rasulullah kisah teman-temannya, maka Nabi Saw bersabda : “Mereka di neraka”. Salman berkata : “Seolah-olah gelap gulita bumi bagiku. Akan tetapi setelah turun ayat ini (Surat Al-Baqarah : 62) seolah-olah terang benderang dunia bagiku”.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari As-Suddi : bahwa ayat ini (Al-Baqarah ayat 62) turun tentang teman-teman Salman Al-Farisi.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    – Pernyataan tentang semua agama benar. ‘Semua benar’ disini berarti tidak ada yang tidak benar.
    Hulon Mitchel, Nation of Yahweh. Mengaku bahwa dirinya sebagai anak tuhan dan memproklamirkan diri sebagai Yahweh bin Yahweh
    Cruch of Euthanasia. Dengan semboyan yang terkenal “Save Planet Kill Yourself”
    – Bhairawa Tantra. Sinkretisme antara Hindu dan Budha. Baca tentang ritual Ma Lima di Hidayatullah dan InsistNet
    sumber: ariesaksono.wordpress.com
    -Ahuitzotl. Seorang raja suku Aztec yang mengorbankan 80.000 manusia terdiri dari budak dan tahanan untuk menyenangkan satu Dewa dan beranggapan tangisan dan jeritan anak kecil dapat mendatangkan hujan

Wallahu’alam bishshawwab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s