Kematangan yang Dipaksakan

Bismillah..

Sore-sore gini enaknya ngeblog disambi makan buah mangga, minumnya cukup air putih saja, tak peduli keyboard belepotan sisa-sisa buah mangga.

Bicara soal mangga tentunya kita paling tidak sekali dalam seumur hidup pernah beli buah, entah itu mangga, mangga muda, ataupun pepaya. Paling tidak kita juga pernah tawar menawar soal harga, ada yang gagal ada pula yang diterima.

Dalam dunia perbuahan, ada istilahnya matang pohon dan karbitan, sudah tentu yang matang pohon jauh lebih enak, namun bagaimana jika yang di’karbit’ adalah sebuah sosok?

Beberapa tahun silam banyak sekali acara ajang bakat dan lulusan dari acara tersebut tak sedikit yang menjulukinya sebagai artis karbitan, mulai dari acara nyanyi-nyanyi hingga (un)reality show. Kebanyakan lulusannya juga berkecimpung didunia hiburan setelah ‘lulus’ dari acara ajang bakat tersebut, tidak perlu juara memang, juara dua atau tiga tak masalah asal masyarakat senang.

Sudah menjadi kewajaran, bukan kritik pedas yang dilontarkan para juri untuk membawa ke panggung jawara melainkan perolehan jumlah sms dari para pemirsa. Tak peduli sehancur apa penampilannya, tak peduli sepedas apa kritikan para juri asal perolehan sms banyak bisa saja menjadi jawara.

Adapun penampilannya setelah ‘lulus’ dari ajang bakat, ada yang tenggelam ada yang melambung tentunya berdasarkan angka penjualan album semisal dan saat itulah diketahui siapa pemenang yang sebenarnya.

Namun, bagaimana jika yang di’karbit’ adalah untuk seorang pemimpin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s