Secuil tentang Ilmu Kalam

16:49, Oct 30, 2013 – @nuurussubchiy

Kalam mula-mula adalah ilmu yang dikaji mu’tazilah. Mereka mendiskusikan (berkalam) dalam hal-hal yang terkait dengan teologi dengan mengedepankan akal daripada naql.
Penggunaan metode inilah yang sesat yang dikritik para ulama. Termasuk imam Ghazali. Bahkan imam Ghazali mengharamkan ilmu Kalam bagi orang awam.
Imam Ghazali yang mengikuti imam Asyari menyeimbangkan antara naql dan aql. Dg tetap mengedepankan naql (taqdimul naql alal aql). Untuk menjawab kalam mu’tazilah tersebut imam Ghazali juga ber-kalam. Kalam Ghazali sesuai dengan syariat. Tidak sesat. Beliau memukul kalam yg keliru.

Kenapa mu’tazilah berkalam karena mereka terpengaruh filsafat yunani.
Kalo sepengetahuan saya (Ust. Kholili, red), ilmu kalam atau teologi sebenarnya datang ketika umat islam bersentuhan dengan orang orang nasrani terutama di syiria.. dulu umat islam tidak pernah merasa perlu menjawab persoalan persoalan teologis karena umat islam saat itu tidak memiliki problem pemikiran karena semua persoalan djawab dan dicontohkan oleh rasulullah dan para sahabat.
Namun ketika islam menyebar di wilayah romawi yang nasrani maka banyak pertanyaan pertanyaan dari mereka yang terpengaruh problem teologis kristen.
Sehingga munculah para ulama yg ingin menguatkan doktrin akidah islam secara rasional utk menjawab tantangan itu munculah ahli kalam yang awalnya memang mu’tazilah. Adapun imam asyari dulu berasal dari mutazilah school namun akhirnya keluar karena ada ketidaksepakatan dalam beberapa hal.
Asyari sebagaimana imam maturidi dan jafar atthahawi termasuk pembela pembela akidah ahlul sunah. Mereka ahli kalam tapi yg benar.
Sebelum imam asyari kalam banyak yang keliru. Pembedanya adalah Imam Asyari. Kalam sebelum Asyari adalah kalam yang banyak dicela oleh para ulama, termasuk oleh Imam Syafii. Tapi kalam setelah imam Asyari adalah kalam yang benar. Jadi harus diperhatikan konteks dan zamannya.

Nah yang ekstrim adalah para pengkritk Asyari yang tidak bisa membedakan antara kalam yg betul dan kalam yang salah. Ke-imamahan Asyari dalam berkalam yang betul telah diakui dan bahkan diteladani oleh jumhur ulama muslimin dari dahulu sehingga kini.
Pada hari ini dengan maraknya liberalisme, sekulerisme, atheisme, free thinkers dll, maka kalam yang betul lebih diperlukan dari ketika zaman peradaban Islam menguasai dunia. Apabila peradaban barat mendominasi dunia maka pemikiran-pemikiran bid`ah dan sesat merajalela lewat buku2, mass media, universitas-universitas, jurnal-jurnal akademis, dll. Maka kita memerlukan Mutakallim Muslim yg hebat dan tangguh untuk melawan pemikiran2 seperti ini.
Melawan syiah dan liberal itu hakikatnya kita menggunakan kalam. Kalam pada masa 4 imam itu kalam yg keliru. Sehingga fuqaha mengkritik. Jadi bedakan antara kalam asyari dan kalam pada masa sebelum beliau yang didominasi mu’tazilah.

Kajian WhatsApp oleh Ust Kholili Hasib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s