Di Atas Jalan Cinta Para Pejuang (2)

Kau ciptakan malam -aku nyalakan pelita
Kau ciptakan lempung -kubentuk piala
Kau ciptakan belantara -kutata taman bunga

-Muhammad Iqbal, Payam-e-Mashriq

**21**

Kita semua memiliki kemampuan yang mengagumkan
Untuk merenda mimpi,
Untuk merajut cita-cita,
Dan menyusun rencana,
Tetapi semua kemampuan itu
Tidak pernah lebih kuat daripada kemampuan kita
untuk menunda.
Maka setelah VISI, kita memang seharusnya BERGAIRAH

-Salim A Fillah, Jalan CInta Para Pejuang

**22**

Ya Allah!
Ambil darahku hari ini sekehendakMu
Sampai Engkau ridha kepadaku

-Thalhah ibn ‘Ubaidillah ra.

**23**

Yang mereka cintai sesungguhnya adalah Allah
adalah kebenaran, adalah misi hidup mereka.
Bukan orang atau benda atau bentuk apapun.
Manusia hanya medan karya tempat cinta mengejewantah.
Maka Allah memberi mereka kelezatan demi kelezatan
setiap kali cinta itu mengejewantah.

-Anis Matta

**24**

Jika cinta adalah matematika
maka yang mencintai kita
akan mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga,
membagi kesedihan hingga tak berarti,
menambah keyakinan hingga utuh,
mengurangi keraguan hingga habis

**25**

Kalau cinta berawal dan berakhir kerena Allah,
maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya,
pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki:
selamanya memberi yang bisa kita berikan,
selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai

-Anis Matta

**26**

Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat:
kita tidak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan,
atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karena takdirNya,
sebab disini kita justru sedang melakukan
sebuah ‘pekerjaan jiwa’ yang besar dan agung: MENCINTAI.

-Anis Matta

**27**

Seringkali, yang paling mencintai kita
Tak menjadi yang paling kita cintai
Dan mungkin pernah,
yang paling kita cintai
Membuat hati kita bagai dirajam duri

-Salim A Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang

**28**

Kalau cinta sudah terurai jadi laku,
cinta itu sempurna seperti pohon iman;
akarya terhunjam dalam hati,
batangnya tegak dalam kata,
buahnya menjumbai dalam laku.

-Anis Matta

**29**

Cita dan tujuan selalu ada jauh di depan
Gairah dan hasrat membuatnya terasa dekat
jikapun kemudian ia masih nampak gelap atau buram
Itu karena mata yang kita pakai untuk melihatnya
terletak dalam hati
Apakah kau mendengar suaranya saat memohon
untuk tidak dikotori?

-Salim A Fillah, Jalan CInta Para Pejuang

**30**

ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu
adalah apa yang kamu berikan padanya
untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik.
Maka kamu adalah air, maka kamu adalah matahari.
Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu.
Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.

-Anis Matta

**31**

yang paling aku takutkan ialah keakraban hati
dengan kemungkaran dan dosa
jika suatu kedurhakaan berulangkali dikerjakan
maka jiwa menjadi akrab dengannya
hingga ia tak lagi peka, mati rasa

-Hasan Az Zayyat, rahimahullah

**32**

Jangan kau kira cinta datang
dari keakraban dan pendekatan yang tekun
cinta adalah putera dari kecocokan jiwa
dan jikalau itu tiada
cinta takkan pernah tercipta,
dalam hitungan tahun, bahkan millenia

-Kahlil Gibran

**33**

Kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya
ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu; itu kesamaan
ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan; itu keseimbangan
ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu membuahkan taman; itu kegenapan
tapi satu hal tetap sama
mereka cocok karena bersama bertasbih memuji Allah
seperti segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, ruku’ pada keagunganNya

-Salim A Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang

**34**

Nuh belum tahu bahwa banjir nantinya tumpah
ketika di gunung ia menggalang kapal untuk ditertawai
Ibrahim belum tahu bahwa akan tercawis domba
ketika pisau nyaris memapas buah hatinya
Musa belum tahu bahwa lautan kan terbelah
saat ia diperintah memukulkan tongkat
di bada Muhammad berdoa, bahunya terguncang isak
“Andai pasukan ini kalah, kau takkan lagi disembah”
Dan kita pun belajar, alangkah agungnya iman

-Salim A Fillah, jalan Cinta Para Pejuang

**35**

Ajarkan kami Bunda Hajar
bagaimana perasaan iman menghajar
rasa khawatir dan cemburu yang membakar
Wahai para sahabat yang menggali parit
bisakah kalian rumuskan dalam sebait
bagaimana nalar iman meloncat tinggi
melampaui nalar munafik yang berbukti-bukti

-Salim A Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang

**35**

Ikhlas, kata yang tak mudah dan selalu menyisakan tanya
Dan kita adalah manusia
Yang tak dapat tidak
Suka menuliskan kebajikan-kebajikan kita

Maka aku menuliskan kebajikan di atas air
menjadi gelombang kecil, kecil saja
di permukaan, meriak dan menghilang
lalu yang tampak hanya wajahku kehausan

Atau terkadang kutulis ia di atas pasir
Agar angin keikhlasan menerbangkan jauh dari ingatan
Agar ia terhapus, menyebar bersama butir pasir ketulusan

-Salim A Fillah, Jalan CInta Para Pejuang

**36**

Andaikan sabar dan syukur
adalah dua tunggangan
aku jad tak peduli
mana yang harus kukendarai

-Umar ibn Al Khaththab

**37**

Bersabar untuk tak menanti
Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian
membuka pintu-pintu syaithan

-Salim A Fillah, jalan Cinta Para Pejuang

**38**

Satu saat, kuminta nasehat pada seorang sahabat
aku merasa tak layak akh, katanya
Aku tersenyum dan berkata
jika setiap kesalahan kita dipertimbangkan
sungguh di dunia ini tak ada lagi
orang yang layak memberi nasehat
memang merupakan kesalahan
jika kita terus saja saling menasehati
tapi dalam diri tak ada hasrat untuk berbenah
dan menjadi lebih baik lagi di tiap bilangan hari
tapi adalah kesalahan juga
jika dalam ukhuwah tak ada saling menasehati
hanya karena kita berselimut baik sangka kepada saudara
Dan adalah kesalahan terbesar
jika kita enggan saling menasehati
hanya agar kita sendiri tetap
merasa nyaman berkawan kesalahan
Subhanallah, di jalan cinta para pejuang
nasehat adalah ketulusan
kawan sejati bagi nurani
menjaga cinta dalam ridhaNya

-Salim A Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang

**39**

Jadikan cintaku padaMu ya Allah
Berhenti di titik ketaatan
Meloncati rasa suka dan tak suka

Karena aku tahu,
mentaatiMu dalam hal yang tak kusukai
adalah kepayahan, perjuangan, dan gelimang pahala
karena seringkali ketidaksukaanku,
hanyalah bagian dari ketidaktahuanku

-Salim A Fillah, jalan Cinta Para Pejuang

**40**

Kekhawatiran tak menjadikan bahayanya membesar
hanya dirimu yang mengerdil
tenanglah, semata karena Allah bersamamu
maka tugasmu hanya berikhtiyar
dan di sana pahala surga menantimu

-Salim A Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang

**41**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s