Mazhab untuk disiplin diri

22:21, Jan 14 – @nuurussubchiy:

Mazhab sebenarnya untuk disiplin diri. Orang yang tidak berawal dengan mazhab dan bersikap eclectic maka nanti cara berfikir dan beramalnya tidak sistematik… ini diantara kelemahan ummah kita…cara kita mikir tidak sistematik dan akhirnya confuse (con+fuse), sedangkan ummat kita dahulu sistematik berfikirnya maka lahirlah peradaban yang teratur dan tersusun. Jadi mazhab mengajak kita untuk tidak bersikap eclectic dan mencla mencle, jadi ada kaitan antara usul dengan furunya… hari ini mazhab sudah dimentahkan lagi oleh orang-orang yang mengaku ikut hadis… akhirnya ushulnya keliru dan melahirkan fatwa-fatwa yang aneh dalam furu… ini akan kita bahas dalam dauroh nanti insya Allah… Manusia itu terbagi 4 golongan dlm bermazhab.

Pertama, muqallid. Ini kebanyakan kita, dan ini wajar. Dalam masalah agama kita bermula dengan taqlid, karena kita belum punya kesempatan untuk memahami dalil, belajar bahasa asal dalil, usul fiqh dll. Kita ikut saja mazhab yg ada, maka amalnya diterima. Orang yg menolak mazhab dan mengatakan bermazhab syirik dan bid`ah adalah dia sendiri yang terjatuh dalam bid`ah, karena ulama dari dulu telah ijma bahwa bermazhab adalah sah dan betul.

Kedua, orang yang bermazhab tapi juga mempelajari dalil-dalil yang digunakan oleh mazhabnya, maka ini lebih baik dari yang pertama, karena dia telah mengiringinya dengan ilmu yang lebih tinggi. Bermazhab itu sendiri sudah berilmu, tapi golongan yang kedua ini lebih dalam lagi ilmunya.
Ketiga, golongan yang lebih terpelajar lagi yaitu yang sudah mulai buat perbandingan dalil dan usul fiqh antar mazhab, walaupun dia masih dalam mazhab lagi, tapi dia sudah lebih tinggi lagi ilmunya. Mungkin dalam beberapa isu furu dia bisa ikut mazhab lain yg ia timbang lebih kuat, seperti Imam Ghazali mengambil mazhab Malik dalam masalah air (taharah), tetapi dasarnya masih lagi bermazhab syafii dan tidak menafikan mazhab syafii. Atau seperti Qaradawi yg masih mengaku mazhab Hanafi tapi banyak fatwa-fatwanya yang tidak hanafi. Beliau sudah di level 3 ini.

Nah yang keempat adalah para ahli ilmu yang hampir menjadi mujtahid mutlaq, walaupun sampai saat ini belum ada, tapi tidak bisa kita tutup pintu ijtihad untuk para ulama yang memang benar-benar layak sampai ke maqam mujtahid mutlaq. Jadi kalau ada istilah `pindah mazhab` itu hanya pada level 3 dan belum keluar lagi dari mazhab yang asal. Kecuali kalau dari awal memang tidak bermazhab, walaupun syariahnya sah, asalkan tidak nyeleneh, tapi ia akan mudah keliru dan mengelirukan orang lain. Wallahu a`lam.

dari Ust. Kholili Hasib oleh Ust. Ugi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s