Asal Usul Terbentuknya IPK

Bukan sebuah rahasia lagi bagaimana IPK bisa terbentuk dan tercetak di raport semester kita.
Perhitungannya mudah, jumlah SKS dikalikan dengan nilai abjad yang kita dapat lalu dibagi total jumlah SKS.
Semisal kita mengambil mata 3 mata kuliah dengan SKS masing-masing 4, 4, 3, dan 2 kemudian kita mendapat masing-masing nilai abjad A, D, B, dan C+. Maka nilai abjad tersebut A adalah 4 sedangkan D adalah 1, serta nilai 0,5 untuk setiap tanda +.
jadi perhitungannya demikian:

Contoh ‘audit’ IP


mudah bukan? jadi tak perlu menunggu raport semester keluar untuk bisa tahu IP.
Namun ada kalanya mahasiswa sudah tahu akan hal berikut . . .

kamu kok selingkuh

TAPI. YA. Tapi bukan Sapi.
Pernahkah seorang mahasiswa atau diri kita bertanya “Ini nilai dapat dari mana ya?”, “Aku kok dapet bagus? padahal aku nggak bisa”, “Nilaiku kok segini? padahal aku bisa”, “kok aku dapat A+? padahal nggak ngerjain sama sekali”.
Nah, yang terakhir yang paling parah.

Ya, sebenarnya disinlah misterinya, bahkan detektif sekelas Sherlock Holmes pun akan terherman-herman.
Seberapa banyakkah dari kita, mahasiswa, yang selalu mendapatkan kembali lembar jawaban ujian untuk mengetahui apa yang salah dan apa yang benar dari jawaban kita?
Seolah-olah kita hanya “say hi and goodbye” pada lembar jawaban ujian seakan-akan kita nggak pernah lagi melihatnya hingga ajal tiba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s