Empat November Hari Bersejarah

img_20161104_093433

EMPAT NOVEMBER. hari bersejarah bagi Indonesia terutama pemeluk agama islam, dimana aksi yang dilakukan oleh muslim di Indonesia tumpah dalam satu kota.

Ini bukan soal politik, karenanya MUSLIM SEINDONESIA tumpah dalam satu kota.

Ini bukan soal rasial, ini bukan soal mayoritas-minoritas, karenanya (insyaAllah) salah satu orator juga berasal dari non-pribumi, sebut saja namanya ustadz Felix Siauw.

Melainkan ini adalah soal keadilan, dimana hanya karena satu mulut kotor yang berkata buruk soal alqur’an dan ulama sedangkan dia tidak pernah tahu Islam itu apa, bagaimana cara baca alQur’an terlebih bagaimana belajar adab. Syahdan, ungkapan-ungkapan kotor dan umpatan-umpatan mengalir deras dari mulutnya, tak peduli meskipun itu siaran langsung di televisi swasta nasional.

Jangan tanya pemerintah kita atau bahkan pemimpin pemerintahan tertinggi bisa berbuat apa. Tidak, mereka tidak mendatangi para ulama untuk berunding melainkan justru mengundang ulama untuk berunding, sungguh, anak kecil pun tahu bahwa ada adab tersendiri terhadap para ulama. Gagal melihat pokok permasalahan, itulah yang dialaminya.

Parahnya, seakan-akan terjadi adanya pengulur-uluran waktu pemeriksaan terhadap penista agama, seolah-olah dia adalah orang yang kebal hukum. Konon, dalam pemeriksaan bahkan ahli sastra pun didatangkan untuk menafsirkan perkatannya, sungguh konyol memang.

‘Empat Sebelas’ bukanlah kegiatan untuk memecah bangsa justru untuk menunjukkan bahwa kebhinekaan di negri ini ada maka toleransi adalah hal yang menyatukan kita.

Empat Sebelas hanyalah kegiatan untuk mencari keadilan, sudah lama dirasakan oleh muslim indonesia bahwa meskipun mereka mayoritas di negrinya bahkan turut andil dalam perjuangan kemerdekaan indonesia mereka diperlakukan tidak pantas oleh orang-orang diluar mereka yang selalu bermain sebagai korban tapi nyatanya merekalah yang berlaku jahat.

Empat Sebelas juga merupakan kegiatan pembuktian cinta, cinta dari muslim Indonesia terhadap agamanya, cinta terhadap ulamanya, terlebih cinta pada Rosulnya. Apakah pantas jika kitab suci yang menjadi panutan lebih dari 1.6 milyar manusia (hanya pada tahun 2010) tiba-tiba ada seorang yang tidak mengerti apa-apa berkata bahwa alQur’an itu alat kebohongan. Perlu diingat, dia mengatakan itu bukan di forum debat antar agama melainkan forum umum.

Bukti-bukti standar-standar ganda pun mulai bermunculan, meskipun sudah minta maaf, si pelaku harus diproses hukum seperti kisah nenek yang mengambil kayu patah yang terserak atau nenek yang mengambil pepaya karena lapar, mereka berdua harus menghadapi teralis besi meskipun sudah meminta maaf.

Kaum-kaum munafik pun juga ber menafik, seorang yang katanya menjadi barisan terdepan dalam membela islam yang nyatanya hanya bikin malu saja, sebut saja mantan santri yang setengah mati membela pencela alQur’an dan tega membentak dan melotot pada Ulama, pada gurunya sendiri yang lebih mengerti persoalan.

Belum lagi para pengikutnya yang selalu berkata tanpa mengerti bahwa kegiatan Empat Sebelas adalah kegiatan berlandaskan politik dan/atau rasial semata. Parahnya, ada pihak yang tak bertanggung jawab yang sok tahu dan memprovokasi bahwa Empat Sebelas adalah tindak penggulingan pemerintahan.

Lalu sebenarnya siapa yang ingin memecah belah persatuan? Orang yang menunjukkan kecintaannya akan agamanya dan menjunjung tinggi toleransi ataukah orang yang menghina agama lain dan berlindung di balik kaus minoritas?

Terakhirnya, Islam itu indah, islam itu damai. Kata pepatah jangan pernah mengganggu singa tidur. Berhadapan dengan banteng maka rasakanlah tanduknya.

Semoga Allah menjaga saudara-saudari kita yang menunjukkan kecintaannya dengan ikut turun jalan maupun yang tidak sempat.

“Diantara karunia Allah; Dia hiasi pelaku kezhaliman dengan kesombongan dan keburukan akhlaq, agar hamba-hamba mudah mengenali dan menjauhinya” _Ust. Salim A. Fillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s