Indongengsia Today: Oom, Golok, oom

Kejadian aneh bin ajaib baru terjadi di Indongensia. Seorang saksi ahli dari kasus fiktif dikroyok dan dibacok oleh gerombolan tidak dikenal, namun gerombolan yang dicap tidak dikenal tersebut hampir semuanya sudah ditangkap Silup, berikut lengkapnya.

Silup sudah menangkap 60% tersangka dan diwarnai dengan drama penangkapan layaknya film genre mockumentary.

Dalam interogasih, Silup lebih percaya keterangan tersangka daripada keterangan korban, tersangka diberi gorengan dan air mineral sementara si korban dibiarkan bersimbah darah, tak ayal alasan “humanis” dilontarkan, andaikan korban TER-DU-GA teroris bisa mendengar di alam kubur mungkin mereka akan bangkit dan berteriak “WHAT THE ****!?”

Sementara itu drama/thriller/action mengenai pengejaran tersangka lain tetap berlanjut, tak sampai disitu, sisi “positif” para tersangka diumbar dengan menanyai para tetangganya; “Dia baik”, “Sering ikut kerja bakti”, “inilah itulah dan lain-lain”, beda dengan korban TER-DU-GA teroris yang “terlanjur” dianiaya hingga mati tanpa sebab dan tanpa persidangan; “dia sering sholat berjama’ah”, “ikut pengajian”, “pendiam”, “inilah itulah dan lain-lain”. Seakan ada yang memberi uang dan berkata “Eh lu bilang ya, gak sholat gak apa-apa yang penting baik, bukan teroris”. Huehuehue

Dari sisi korban layaknya sudah jatuh tertusuk tangga, difitnah macam-macam mulai dari mantan wanita penghibur lah, hutang milyaran lah, sampai mengemudi ugal-ugalan. MES-KI-PUN AN-DAI-KA-TA mereka seperti itu apakah mereka layak mendapatkan bacokan?

Eit, belum kelar. Media Tiputipu menanyai tersangka dan mereka cuma menjawab “dia menyenggol mobil kami, kami emosi (vini), kami turun (vidi), kami membacok (vici), lalu kami kabur dan kami khilaf, kami menyesal dan meminta maaf”

Lalu, apakah lagi-lagi kejadian yang sudah memakan korban cukup dengan minta maaf?

Apakah benar telah muncul amandemen hukum Indongengsia pasal sekian ayat anu mengenai “Tersangka wajib dilepas jika sudah minta maaf meskipun sudah diperkarakan oleh korban, ada saksi dan ada bukti“?

Mengapa didalam mobil para tersangka sudah disediakan golok?

Apakah golok tersebut nemu di jalan?

Mengapa kamera tidak merekam kejadian?

Maintenance, benarkah?

Siapakah dalang dibalik kejadian ini?

Tetap saksikan Indongengsia Today

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s