Indongengsia, 20xx: Order

Beberapa puluh tahun setelah merdeka akhirnya Negara Indongengsia memiliki watak pemerintah yang logis dan cermat. Bagaimana tidak, rakyat sangat dilindungi hak-haknya termasuk menjalankan agama mereka masing-masing, bahkan negara mampu menjadi fasilitatornya seperti memberikan rumah ibadah yang layak dan melindungi dari ancaman-ancaman ke-tidak-toleran-an.

Tidak ada lagi anak di Indongengsia yang harus menyusuri jembatan setengah putus untuk menuju sekolahnya, tidak ada pula siswa yang khawatir tertimpa genteng bangunan saat menyimak pelajaran matematika, sama hal nya tidak ada guru yang khawatir dipenjara atau tewas dipukuli karena menegur muridnya.

Korupsi? Apa itu? Koruptor terakhir yang ditangkap adalah ketika presiden sekarang masih dalam perut ibunya, artinya Indongengsia sudah tidak mengenal korupsi sejak dua generasi yang lalu. Kisahnya, koruptor-koruptor yang kabur ke luar negeri berhasil ditangkap tanpa adanya campur tangan negara yang dikunjungi. Mustahil? nyatanya bisa…

Hingga hal yang sepele, pejalan kaki akhirnya bisa menikmati merahnya trotoar tanpa harus berhadapan dengan tenda ayam goreng saat malam hari, para pedagang tenda bukannya diberangus namun justru difasiliasi tempatnya, hampir tiap kabupaten dan kota memiliki food center nya masing-masing.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s