Nyepoiler Efenjers En Gem

Bismillah…

Karena ini masih pekan-pekan awal penayangan Film Avengers: End Game dan pemanasan memasuki bulan suci Ramadhan maka saya akan memulai menulis lagi di blog (HORE!!!).

Oke, spoiler yang beredar banyak juga ragamnya sampai-sampai ada yang niat menuliskan dari awal sampai akhir film, ada yang nyerempet bener ada juga yang sekedar teori tapi ada pula yang ngawur setengah mati.

Saya disini tidak akan memberikan spoiler secara spesifik melainkan menuliskan beberapa tanggapan saya atas filmnya –karena saya sudah nonton–, tapi bagaimanapun juga sepertinya tulisan saya dibawah ini jelas akan mengandung spoiler-spoiler kecil maka bagi kawan-kawan yang belum nonton saya sarankan tidak menekan tombol “spoiler” dibawah ini.

Film akan diputar selama kurang lebih 3 jam, tidak lebih lama dari Lord of the Rings yang memiliki running time 4 jam lebih, susupkan makanan ke dalam teater supaya tidak kelaparan.

 

 

 

SPOILER ALERT

Awal film kita disuguhi adegan melankolis, si Hawkeye yang kehilangan seluruh anggota keluarga yang menghilang karena jentikan Thanos. Kemudian beralih ke tim Avengers yang tersisa.

Pencarian mereka akan 6 batu akik untuk mengembalikan setengah dari semua makhluk hidup mengarah pada Thanos yang sudah pensiun di entah planet apa.

Namun pencarian akan 6 batu keabadian gagal karena Thanos telah menggunakan kekuatan batu-batu tersebut untuk menghancurkan batu-batu itu sendiri.

Entah kenapa jentikan Thanos hanya berpengaruh pada manusia (dan sejenisnya seperti Groot) meskipun pada Avengers: Infinity War dinyatakan bahwa jentikannya akan memusnahkan separuh MAKHLUK HIDUP yang harusnya termasuk juga tumbuh-tumbuhan. Kemudian Antman datang ke markas Avengers dengan segala teorinya mengenai dunia kuantum daaaaan…… Yap teori mesin waktunya.

Sebenarnya saya tidak berharap film ini akan mengeluarkan sebuah jurus dari film-film lain yang mengambil tema mesin waktu sebagai pemecahan masalah. Kita ambil contoh, franchise Star Trek yang rilis tahun 2009 juga di-reboot dengan menggunakan konsep mesin waktu. It’s about money, people!!!

Intinya, menurut saya penggunaan mesin waktu pada film bersekuel seakan karena keterbatasan naskah yang dibuat, semua lakon bisa menang jika mereka punya mesin waktu, banyak paradoks yang terjadi serta kemungkinan tak terbatas yang mana justru penonton bisa membayangkan strategi yang efektif dan efisien dalam peperangan, terkecuali jika memang filmnya bertema mesin waktu seperti seri Back to the Future.

Oke, lanjut.
Kemudian Avengers berpencar menuju masa lalu dan dengan keterbatasan Pym Particle, sebuah partikel yang… Gampangnya Pym Particle adalah bahan bakar untuk menuju dunia kuantum dan mereka memiliki keterbatasan sumber daya partikel Pym karena Hank Pym juga menghilang akibat jentikan Thanos dan tidak bisa membuat yang baru.

Jika saya yang menyusun rencana maka saya gunakan Pym Particle yang tersisa untuk kembali ke masa lalu dan mencuri PyM Particle lain, saya akan mengulangi proses sampai saya dapat banyak Pym Particle, dengan kata lain apabila ada misi yang gagal maka kita bisa mengulangi lagi.

Atau seperti pencarian Soul Stone harus mengorbankan Black Widow yang mati sebelum punya film solo. Saya memiliki rencana lain, cukup ajak Wanda dan Vision (tentunya dengan kembali ke masa lalu yang lain terlebih dahulu) untuk mencari batu tersebut, lempar si Vison, dapatkan batunya, kemudian restart si Vision. Disamping itu saya masih gak paham bagaimana caranya si Red Skull (musuh sang Kapten di filmnya yang pertama) bisa nyasar ke planet lain.

Mind Stone didapatkan oleh Captain America setelah ia bertarung dengan dirinya sendiri yang ada di event Captain America 2 seakan mematahkan teori bahwa tidak ada efek apapun bagi seorang penjelajah waktu untuk berbicara pada dirinya sendiri seperti yang ada di film Back To The Future.

Pencarian Power Stone kembali ke event Guardian of Galaxy berbuah hasil namun disinilah inti ceritanya, mereka harus melawan Thanos (yang lain) sekali lagi.

Akhirnya Avengers mendapatkan semua batu akik dan membuat sarung tangan pengekstrak kekuatan dengan menggunakan teknologi nano milik Tony.
Lalu oleh Hulk, si Avenger terkuat dipakailah sarung tangan tersebut dan mengembalikan semua orang yang hilang akibat Thanos.

Dalam peperangan di bumi akhirnya kapten Marvel datang ikut berperang, saya rasa kemunculannya yang hanya sebentar dikarenakan dia terlalu kuat untuk melawan Thanos dan kroni-kroninya yang justru akan membuat film kurang seru.

Peperangan diakhiri dengan jentikan Ironman untuk memusnahkan Thanos dan kroni-kroninya dan ya Ironman mati karena terpapar radiasi kekuatan batu akik.
Namun tidak berhenti disini, saya punya rencana lain, bagaimana jika Ironman menggunakan sarung tangannya ke HulkBuster dan menjentikannya, kita tahu seperti di film Ironman 3 dia memiliki banyak tipe baju dan bisa dikendalikan jarak jauh sehingga Tony tidak perlu terkena radiasi batu akik tersebut.
Atau pakaikan saja ke Thor yang notabene dia adalah avengers terdekat ketika Thanos menjentikkan di event Infinity War, otomatis dia adalah orang yang kebal terhadap radiasi batu tersebut, apalagi telah terbukti dia pernah menahan fokus panas bintang neutron di event Infinity War.
Atau pakaikan saja ke Captain Marvell karena saya rasa dia salah satu yang terkuat karena dirasuki kekuatan dari salah satu infinity stone.
Saya rasa konsep mengenai efek radiasi Infinity Stone baru muncul di film terakhir ini sebagai bumbu cerita.

Pada akhirnya Sang Kapten dalam tugas terakhirnya adalah mengembalikan palu Thor yang dipinjam ke masa Thor 2 dan mengembalikan keenam batu keabadian yang dipinjam pula dari masa-masa sebelumnya, termasuk mengembalikan Soul Stone yang telah mengorbankan Black Widow.
Pertanyaan saya, mengapa ketika mengembalikan Soul Stone si Black Widow tidak hidup kembali? Karena konsepnya “soul for a soul” bukan?
Satu lagi; dimanakan Cap mengembalikan Soul Stone? Vormir
Ada siapakah di Vormir? Red Skull
Siapakah Red Skull? Musuhnya si Cap
…..awkward…..

Maka dari itu, meskipun banyak hal berbau sains fiksi tapi film-film Marvel layak disandingkan dengan Harry Potter yang bergenre fantasy.

After all it just a movie, no one of this makes any sense. Enjoy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s