Prinsip-prinsip dasar Tarbiyah Islam bagi Anak

13:31, Dec 3, 2013 – @nuurussubchiy

sumber gambar: ndepurba wordpress

1. Anak anakmu bukan pilihanmu, mrk menjadi anak2mu, bukan krn keinginan mereka, tetapi karena Takdir Allah. (QS.28: QS.68,42: QS.49-50).

2. Karena apa yg Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yg harus ditunaikan. (QS.8:27-28).

3. Orangtualah yg ingin memiliki anak ϑάπ keinginanmu adalah janjimu kepada Allah. Maka tepatilah janjimu krn akan Allah minta pertggjawabannya. (QS.5:1,17:34,13:19-24).

4. Allah tdk membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah. (QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78).

5. Allah tdk mewajibkanmu membentuk anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkanmu membentuk anak-anak yang shalih. (QS.21:205).

6. Jangan berharap kebaikan dari anak2mu, bila tdk mendidik mereka menjadi anak2 yg shalih. (QS.11:46, QS. 19:59).

7. Jangan berharap banyak pada anak2mu, bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya. (QS.17:24).

8. Didiklah anak-anakmu sesuai Fitrahnya.(QS.30:30).

9. Janganlah menginginkan anak2mu sbg anak2 yg shalih sebelum engkau menjadi shalih lebih dahulu.

10. Janganlah menuntut hakmu dari anak2mu, sebelum engkau memberi hak anak-anakmu.

11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak-anakmu, sampai engkau memenuhi hak2 Allah atas mu. (QS. 2:83, QS. 4:36, QS 6:151,17: 23-24).

12. Berbuat baiklah pada anak-anakmu, bahkan sebelum mereka diciptakan.

13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tetapi bersungguh-sungguhlah dalam mendidik. (QS.11:93).

14. Janganlah berhenti mendidik sampai kemati memisahkanmu. (QS.15:99).

Kemudian dia berkata…

Saya punya teman, dia orang yang penggembira, bertubi-tubi masalah dijalani dengan senyuman.
Suatu hari saat kami dengan beberapa rekan kami yang lain bersenda gurau, tertawa terbahak-bahak kemudian ada salah satu teman kami berkata “eh, teman kita waktu SMA si –sebut saja namanya bunga– 3 minggu lagi nikah loh, ayo barengan kesana”
tiba-tiba teman saya yang satu ini mendadak menghentikan tawa dan senyumnya, dia tertunduk diam, matanya berkaca dan kami bertanya “ada apa bro? galau ya?”
Kemudian dia berkata….. Continue reading

Nasihat anggun dari Umar Bin Khattab

20:07, Oct 31, 2013 – @nuurussubchiy

(1) Barang siapa dapat meninggalkan kebiasaan banyak bicara akan diberi hikmah
(2) Barang siapa dapat meninggalkan kebiasaan matanya banyak jelalatan akan diberikan kekhusyu’an hati
(3) Barang siapa dapat meninggalkan kebiasaan banyak makan akan diberikan kelezatan ibadah
(4) Barang siapa dapat meninggalkan kebiasaan banyak tertawa akan diberikan kharisma (wibawa)
(5) Barang siapa dapat meninggalkan kebiasaan banyak bercanda akan diberikan kemuliaan
(6) Barang siapa dapat meninggalkan gandrung dunia akan diberikan kecintaan akhirat
(7) Barang siapa dapat meninggalkan sibuk dengan aib orang lain akan diberikan kemampuan untuk memperbaiki aib dirinya
(8) Barangsiapa dapat meninggalkan mempertanyakan tentang hakikat wujudAllah akan diberikan keterbebasan dari sifat munafiq.

(Umar bin Khaththab RA).

Secuil tentang Ilmu Kalam

16:49, Oct 30, 2013 – @nuurussubchiy

Kalam mula-mula adalah ilmu yang dikaji mu’tazilah. Mereka mendiskusikan (berkalam) dalam hal-hal yang terkait dengan teologi dengan mengedepankan akal daripada naql.
Penggunaan metode inilah yang sesat yang dikritik para ulama. Termasuk imam Ghazali. Bahkan imam Ghazali mengharamkan ilmu Kalam bagi orang awam.
Imam Ghazali yang mengikuti imam Asyari menyeimbangkan antara naql dan aql. Dg tetap mengedepankan naql (taqdimul naql alal aql). Untuk menjawab kalam mu’tazilah tersebut imam Ghazali juga ber-kalam. Kalam Ghazali sesuai dengan syariat. Tidak sesat. Beliau memukul kalam yg keliru. Continue reading

Pergantian Pengurus ITJ Malang 2014

Alhamdulillah, pengurus baru telah dibentuk berdasarkan hasil musyawarah mufakat.
eh btw kenapa harus musyawarah sih?

Sabtu pagi (27/9) telah dilakukan sebuah silaturahim internal antara anggota ITJ malang, selain makan-makan tujuan acara adalah pemindahan amanah dari ‘rezim’ lama kepada ‘rezim’ baru. Eh jangan dulu mengkonotasikan negatif kata rezim karena hakikatnya rezim adalah sebuah istilah netral :p

Acara diawali dengan sebuah taujih bertema “Amanah dan Kepemimpinan: Haruskah Kita Terima?” disampaikan oleh ustadzuna Ahmad Hasan Saleh. Jabatan itu jika nggak ada jangan dicari, tapi kalau hadir ya jangan lari dan seorang yang diamanahi sebuah jabatan itu layaknya bersikap seperti gadis yang sedang dipinang oleh lelaki baik-baik, sami’na wa atho’na. Ada juga sifat pemimpin itu disingkat dengan S.I.F.A.T.

Benar, pemimpin tersebut mampu memutuskan sebuah keputusan dan tindakan yang benar, yang lurus sesuai aturan, meminimalisir kekurangan karena pada hakikatnya tidak ada sesuatu yang sempurna termasuk sebuah keputusan. Continue reading

Kematangan yang Dipaksakan

Bismillah..

Sore-sore gini enaknya ngeblog disambi makan buah mangga, minumnya cukup air putih saja, tak peduli keyboard belepotan sisa-sisa buah mangga.

Bicara soal mangga tentunya kita paling tidak sekali dalam seumur hidup pernah beli buah, entah itu mangga, mangga muda, ataupun pepaya. Paling tidak kita juga pernah tawar menawar soal harga, ada yang gagal ada pula yang diterima.

Dalam dunia perbuahan, ada istilahnya matang pohon dan karbitan, sudah tentu yang matang pohon jauh lebih enak, namun bagaimana jika yang di’karbit’ adalah sebuah sosok?

Beberapa tahun silam banyak sekali acara ajang bakat dan lulusan dari acara tersebut tak sedikit yang menjulukinya sebagai artis karbitan, mulai dari acara nyanyi-nyanyi hingga (un)reality show. Kebanyakan lulusannya juga berkecimpung didunia hiburan setelah ‘lulus’ dari acara ajang bakat tersebut, tidak perlu juara memang, juara dua atau tiga tak masalah asal masyarakat senang.

Sudah menjadi kewajaran, bukan kritik pedas yang dilontarkan para juri untuk membawa ke panggung jawara melainkan perolehan jumlah sms dari para pemirsa. Tak peduli sehancur apa penampilannya, tak peduli sepedas apa kritikan para juri asal perolehan sms banyak bisa saja menjadi jawara.

Adapun penampilannya setelah ‘lulus’ dari ajang bakat, ada yang tenggelam ada yang melambung tentunya berdasarkan angka penjualan album semisal dan saat itulah diketahui siapa pemenang yang sebenarnya.

Namun, bagaimana jika yang di’karbit’ adalah untuk seorang pemimpin?