Etika Dalam Perbedaan Ijtihadiyah

19:01, Mar 28 – @nuurussubchiy:

Oleh: Kholili Hasib

SALAH satu persoalan yang masih menjadi sebab sulitnya umat Ahlus Sunnah bersatu atau mudah terjatuh pada pemikiran sesat adalah belum dipahaminya antara perkara furu dan ushul dengan baik. Ketika perkara ushul diyakini sebagai furu’, maka yang terjadi adalah kesesatan. Seperti yang terjadi dalam Islam Liberal. Sebaliknya, jika perkara furu’ dianggap ushul, maka yang terjadi adalah penghakiman takfir, dan tadhlil kepada saudara sesama Ahlus Sunnah.

Harus dipahami bahwa ijtihad ulama tidak berada pada wilayah ushul tapi furu’. Dalam persoalan ijtihad dilarang menghukumi kafir atau sesat pendapat lain di luar jama’atul muslimin. Jika berdebat, maka perdebatan itu haruslah atas dasar penjagaan terhadap persatuan Islam dan kasih-sayang (uluffah).
Adapun perselisihan dalam perkara furu jika diangkat sampai menimbulkan perdebatan panjang akan mengakibatkan perpecahan umat Islam. Imam al-Ghazali memberi nasihat penting, bahwa perdebatan (jidal) furu’ akan membawa pada lingkaran kehancuran. Jidal dalam perkara tersebtu merupakan penyakit kronis yang menjadi sebab para ahli fikih jatuh pada persaingan tidak sehat (Ihya Ulumuddin I/41). Karena dalam jidal akan membangkitkan hawa nafsu, egoisme dan keangkuhan.
Continue reading

Mazhab untuk disiplin diri

22:21, Jan 14 – @nuurussubchiy:

Mazhab sebenarnya untuk disiplin diri. Orang yang tidak berawal dengan mazhab dan bersikap eclectic maka nanti cara berfikir dan beramalnya tidak sistematik… ini diantara kelemahan ummah kita…cara kita mikir tidak sistematik dan akhirnya confuse (con+fuse), sedangkan ummat kita dahulu sistematik berfikirnya maka lahirlah peradaban yang teratur dan tersusun. Jadi mazhab mengajak kita untuk tidak bersikap eclectic dan mencla mencle, jadi ada kaitan antara usul dengan furunya… hari ini mazhab sudah dimentahkan lagi oleh orang-orang yang mengaku ikut hadis… akhirnya ushulnya keliru dan melahirkan fatwa-fatwa yang aneh dalam furu… ini akan kita bahas dalam dauroh nanti insya Allah… Manusia itu terbagi 4 golongan dlm bermazhab.
Continue reading

Rayuan Level: Tajwid

12:58, Jan 6 – @nuurussubchiy:

RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA

Dik, saat pertama kalin berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.

Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada.

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang.

Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti Mad Lazim … Paling panjang di antara yang lainnya…

Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras. Continue reading

puasa 7 bulan

harga makanan disini mahal.
nasgor porsi 2 kucing harganya 10 ribu-12 ribu
air mineral galon 15 ribu
bubur ayam 10 ribu
soto mie 6 ribu tanpa nasi (kalo yang ini masih bisa ditoleransi)

adapun tarif semua angkot jauh dekat 3000. tapi ikhlaskan saja kalau bayar 4000 gak dikasih uang kembalian.
parkirnya dihitung perjam.
perjalanan 11 km dg angkot memakan waktu 1,5 jam.

tapi… toleransi penduduk muda kpd penduduk senior masih cukup tinggi.
org ngamen pun banyak, mau lagu india sampai batak pun ada.
kemarin ada pula yang masuk bis lalu hapalan alqur’an, saya gak mau bicara dia jual ayat tapi yang pasti hapalannya jauh lebih bagus dia daripada saya.

Di Atas Jalan Cinta Para Pejuang (2)

Kau ciptakan malam -aku nyalakan pelita
Kau ciptakan lempung -kubentuk piala
Kau ciptakan belantara -kutata taman bunga

-Muhammad Iqbal, Payam-e-Mashriq

**21**

Kita semua memiliki kemampuan yang mengagumkan
Untuk merenda mimpi,
Untuk merajut cita-cita,
Dan menyusun rencana,
Tetapi semua kemampuan itu
Tidak pernah lebih kuat daripada kemampuan kita
untuk menunda.
Maka setelah VISI, kita memang seharusnya BERGAIRAH

-Salim A Fillah, Jalan CInta Para Pejuang

**22**

Ya Allah!
Ambil darahku hari ini sekehendakMu
Sampai Engkau ridha kepadaku

-Thalhah ibn ‘Ubaidillah ra.

**23**

Continue reading

Di Atas Jalan Cinta Para Pejuang (1)

Para pecinta sejati tak suka berjanji, Tapi begitu mereka memutuskan untuk mencintai, mereka akan segera membuat rencana untuk memberi

-Anis Matta

**1**

Di jalan cinta para pejuang, jangan sampai kita dirusuhkan gairah sendiri..

Tiap kali melihat senyummu
Engkau mengingatkanku akan surga
Dan tiap kali engkau marah
Kuteteskan air mata ingat neraka
Maka teruslah begitu, sesekali tersenyum, atau marah padaku
Engkaulah gairahku

**2**

Cinta berjalan di hadapan kita
dengan mengenakan gaun kelembutan.
Tetapi sebagian kita lari darinya dalam ketakutan,
atau bersembunyi dalam kegelapan.
Dan sebagian yang lain mengikutinya
untuk melakukan kejahatan atas nama cinta.

-Kahlil Gibran

**3**

Continue reading